Ilmuwan Jerman Membongkar Sistem Pengamanan Mobil

FRANKFURT – Setiap gembok ada kuncinya. Istilah ini mungkin tepat untuk diartikan bahwa tidak ada teknologi pengamanan mobil yang aman dari usaha pencurian. Ilmuwan Jerman mampu membuktikannya.

Seperti dikutip Sunday Herald Selasa(14/4/2008), sebuah tim yang beranggotakan ilmuwan dari Ruhr University Bochum mengatakan, pihaknya berhasil meng-crack kode elektronik sensor yang berfungsi mengunci atau membuka pintu mobil. Mereka juga mengklaim mampu men-cloning atau menggandakan kunci remote control yang sama dengan yang digunakan pemilik mobil.

Para ilmuwan tersebut bahkan mengaku telah membuat alat yang dinamakan KeeLoq atau remote yang biasa digunakan untuk pengamanan mobil Honda, Toyota, Volvo, Volkswagen, dan band mobil lain. Alat tersebut mampu mengakses identitas kode pengamanan dengan memanfaatkan frekuensi gelombang radio.

Menanggapi temuan tersebut, pihak Volvo berkomentar bahwa ini merupakan masalah serius. Namun pihaknya menolak mengomentari penemuan para ahli tersebut hingga tim Volvo selesai melakukan investigasi. Pihak VW dan Honda mengaku telah menyampaikan hal ini kepada tim ahlinya untuk diteliti.

Tim Ruhr yang terdiri dari ilmuwan mesin dan ahli teknologi informasi mengungkapkan, sistem crack memungkinkan saat pemilik mobil mengunci dengan remote, sinyal akan mengirim kode rahasia KeeLoq. Seseorang dapat mendapatkan kode tersebut dalam radius jarak 100 meter.

Jika pembuktian para ahli Ruhr ini benar, ini merupakan masalah besar bagi industri automotif global di mana kunci pengamanan diklaim sebagai jaminan mereka terhadap keamanan mobil.

~ oleh adrianth di/pada April 22, 2008.

Satu Tanggapan to “Ilmuwan Jerman Membongkar Sistem Pengamanan Mobil”

  1. Waduh, saya baru sadar ternyata bahkan frekuensi remote alarm bisa disadap juga yach? Waduh, ngeri sekali itu mas, bayangkan kalau alat dan metode seperti itu digunakan oleh para pelaku curanmor di sini. :(

Tinggalkan Balasan